Rabu, Mei 13, 2009

Hati-Hati, Kebanyakan Main Facebook Bisa Jadi Bodoh


Jika mengakses Facebook berguna untuk mereka yang sudah bekerja, lalu benarkah surfing Facebook lebih sering dapat mengakibatkan kebodohan bagi mahasiswa?

Waktu yang dihabiskan seorang mahasiwa untuk “Poke Friends”, posting foto, dan update status mereka di Facebook, dapat berpengaruh besar terhadap kualitas akademis mereka. Peneliti dari Ohio Dominican University, Adam Duberstein, dan Aryn Karpinski, seorang mahasiswa kedokteran dari universitas yang sama menyatakan bahwa mahasiswa yang menghabiskan waktu untuk mengakses situs jejaring social populer tersebut akan memiliki kekurangan waktu belajar dan memiliki nilai atau idneks prestasi lebih rendah daripada rata-rata mahasiswa yang tidak atau jarang mengakses Facebook.

Karpinski dan Adam Duberstein juga menyatakan bahwa mereka sudah meneliti perbedaan demografi antara mahasiswa pengguna Facebook dan non-pengguna untuk menginvestigasi typical profil mahasiwa tersebut. Kedua peneliti telah mensurvei 219 siswa di Ohio, diantaranya 102 masih berstatus mahasiwa, dan 117 responden yang telah lulus kuliah, di pertengahan tahun 2008. Total sebanyak 148 orang mereka mengaku memiliki account Facebook.

Untuk hasilnya, Karpinski menyatakan bahwa mereka yang menggunakan Facebook memiliki indeks prestasi atau GPA antara 3.0 hingga 3.5 skala 4, sedangkan untuk non-pengguna Facebook memiliki nilai IP antara 3.5 hingga 4.0. Peneliti menemukan bahwa mereka yang menggunakan Facebook hanya menghabiskan waktu satu hingga lima jam satu minggu untuk belajar, sedangkan mereka yang non-Facebook menggunakan 11 hingga 15 jam waktunya dalam satu minggu untuk belajar. Ketika ditanya soal akibat ke performance akademik, Karpinski mengungkapkan bahwa 79 persen diantara pengguna Facebook mengatakan tidak ada dampaknya karena mereka mengaku tidak sepenuhnya menggunakan frekuensi tersebut, walaupun 65 persennya mengatakan bahwa mereka menggunakan account Facebook mereka setiap hari.

Study tersebut juga menemukan bahwa ada kaitannya antara Facebook dan aktivitas mahasiwa di luar jam kampus. Mahasiswa yang bekerja selama 15 jam atau kurang dalam satu minggu akan memiliki banyak aktivitas ekstrakurikuler dibandingkan mereka yang sering menggunakan Facebook.

Sumber: http://www.beritanet.com/Life-Style/Consumer/Surfing-Facebook.html

Sering Meng-update Facebook? Mungkin anda adalah orang yang menyebalkan

Kita semua mungkin tahu bahwa ada sekitar lusinan orang yang merasa perlu meng-update Facebook mereka setiap saat agar seluruh dunia tahu setiap detail dari hidup mereka. Christopher Muther dari Boston Globe menemukan, update yang terlalu sering dan kurangnya pemikiran akan update tersebut menandakan bahwa anda adalah orang yang membosankan dan menyebalkan...



Ada alasan mengapa kita menganggap orang yang terlalu sering melakukan update status seperti lelucon. Kadang mereka melakukan update bahwa mereka sedang makan siang, lalu dilanjutkan dengan kelezatan sandwich tersebut, bahkan sampai seberapa banyak saos tomat yang anda tuangkan

Muther sendiri sampai mengeblok beberapa update news feed dari kawan - kawannya, karena dirasa mengganggu. Konklusi dari Muther adalah bahwa facebook telah mengubah sebagian dari kita menjadi seorang manusia narsis. Walaupun dibantah oleh seorang penulis bernama Hal Niedzviecki yang berpendapat bahwa update terus menerus justru adalah usaha anti-narsis seseorang untuk lebih menjangkau sahabatnya dan bukannya sibuk dengan dirinya sendiri.